News update

Jumat, 18 Maret 2011

Saatnya Pertarungan Android dan Symbian

KOMPAS.com - Apa kabar Symbian? Symbian adalah sistem operasi ponsel cerdas yang kini menguasai dunia. Hingga Februari 2010, platform Symbian telah dikembangkan lebih dari 10 tahun dan telah dibenamkan di lebih dari 330 juta perangkat di seluruh dunia.


Laju Symbian di ponsel pintar tidak terkejar oleh sistem operasi lainnya karena kekuatan sistem operasi yang membolehkan developer luar membangun aplikasi di ponsel Symbian.

Maka, ribuan aplikasi gratis dan berbayar lahir dari para developer software di penjuru dunia. Inilah yang membuat ponsel Symbian kaya akan konten dan pengguna Symbian adalah pribadi-pribadi yang suka ngoprek.

Walaupun ada yang memperkirakan sistem operasi Android bakal nomor dua di bawah Symbian pada tahun 2013, Symbian tampak masih menjadi kekuatan mumpuni. Apalagi, sesuai janji para petinggi Nokia, tahun 2010, Symbian Foundation sudah secara penuh melepas sistem operasi itu sebagai kode terbuka (open source).

Symbian identik dengan ponsel pintar dari Nokia. Namun, bukan Nokia saja yang sebenarnya menggunakan Symbian.

Symbian Foundation, lembaga yang bertugas mengurusi persiapan Symbian ke open source, adalah organisasi nonprofit yang diumumkan 24 Juni 2008. Nokia menggandeng Sony Ericsson, Motorola, NTT DoCoMo, AT&T, LG Electronics, Samsung Electronics, STMicroelectronics, Texas Instruments, Vodafone, dan beberapa deretan brand lain untuk mengerek Symbian.

Selain dana, Nokia memberi kontribusi Symbian OS dan S60 untuk Symbian Foundation. Sony Ericsson dan Motorola tak mau kalah, mereka menyumbang kode andalan mereka, yaitu UIQ. NTT DoCoMo memberi kontribusi MOAP (S).

Dengan modal itu, masa depan Symbian Foundation harusnya bisa lebih menggebrak pasar. Spekulasi memang merebak kalau aliansi Symbian itu untuk menghadang Android.

Namun, dalam sebuah kesempatan, Bob Iannucci yang saat itu menjabat Senior Vice President Chief Technology Officer Nokia membantah anggapan tersebut. ”Sudah lama kami berada di bisnis ini. Jadi tidak benar kalau ini respons kami atas Android,” katanya.

Terlambat tampil
Symbian Foundation terlalu lambat bergerak untuk merespons para ”Google Mania” yang terus mengikuti isu Android dan menanti fitur-fitur aplikasi Google untuk berjalan sempurna di ponsel. Jauh sebelum ponsel Android diwujudkan, para komunitas sudah menggalang diskusi soal Android.

Demikian juga di Indonesia. Agus Hamonangan, yang sebenarnya bukan programmer atau ahli teknologi, rajin meng-update informasi teknologi Android dan mendirikan mailing list Indonesia Android Community yang beralamat di id-android@googlegroups.com.

Jauh sebelum ponsel-ponsel Android hadir di Indonesia, komunitas itu sudah meramaikan jagat diskusi internet soal Android. ”Virus” Android pun terus ditularkan. Iklan gratis berupa word of mouth (WOM) soal Android benar-benar berjalan secara sukarela.

”Anggota kami sekarang sekitar 1.200 orang. Ini milis untuk komunitas yang suka ngoprek teknologi Android,” kata Agus. Forum diskusi dan komunitas pengguna Android pun terus tumbuh walaupun ponsel Android secara resmi belum beredar di Indonesia. Mereka gerilya mencari produk tersebut langsung ke luar negeri yang sudah merilis ponsel Android.

Di saat kekosongan ponsel Android itu, ternyata belum terjadi loncatan strategi dari Symbian walaupun Symbian tetap memimpin di segmen sistem operasi ponsel pintar. Ini terjadi karena sistem keanggotaan Symbian Foundation yang tak sepenuhnya terbuka.

Tak mudah mendapatkan kode penuh karena sistem keanggotaan mewajibkan membayar 1.500 dollar AS sehingga developer kecil tak mampu mendapatkan kode secara penuh.

Pada saat Android sudah mencanangkan akan langsung menggratiskan Android, Symbian masih mempersiapkan rencana menggratiskan peranti lunak itu ke open source tahun 2010. Penundaan ini kemungkinan terkait dengan penyelesaian saham di Symbian Limited dan juga persoalan mengintegrasi semua software aplikasi ke dalam Symbian yang baru.

Kekosongan antara tahun 2008 dan tahun 2010 itulah yang dimanfaatkan Android untuk tampil melenggang mencitrakan diri sebagai open source sejati.

Tanggal 4 Februari, menurut situs resminya di Symbian.org, Symbian Foundation resmi merilis platform Symbian di bawah open source. Untuk rilis awal, Symbian baru merilis untuk paket Kernel dan Hardware Services yang gratis diunduh.

Informasinya bisa dilihat di http://developer.symbian.org/wiki/index.php/Category:Platform_Opening. ”Platform Symbian yang telah dibenamkan di lebih dari 330 juta perangkat di seluruh dunia kini resmi dibuka dan gratis,” kata Lee Williams, Executive Director of the Symbian Foundation.

”Komunitas pengembang sekarang sudah diperkuat untuk menghadapi industri bergerak masa depan,” tambah Lee. Secara penuh, semua platform Symbian akan dibuka untuk umum pada pertengahan 2010.

Sayangnya, publikasi rilis open source itu masih minim dan tak menggaung. Kalah dengan gaung Android yang mulai rajin merangkul komunitas.

”Saya baru saja pulang dari Singapura, diundang Google untuk acara Android Developer Labs. Saya tak menyangka diundang. Google tampaknya rajin merangkul komunitas pengguna maupun developer. Mereka juga punya acara Developer Days yang menggalang para developer,” kata Agus Hamonangan dari milis id-android.

Dengan kabar ini, tampaknya pertarungan ponsel pintar akan menarik dan komunitas pengguna serta komunitas pengembang dipastikan bakal menjadi ”rebutan”. Namun, selama berada di jalur open source, Android dan Symbian seharusnya bisa bersaing sehat. Sesama kode terbuka dilarang saling menelikung. (KOMPAS/AMIR SODIKIN)
Pilihan terhadap ponsel cerdas semakin banyak. Dengan kecanggihan dan spesifikasi yang semakin lengkap, para pemakai ponsel ditawarkan berbagai kemudahan berinteraksi lewat teknologi 


 

Para pencinta telepon seluler (ponsel) cerdas sebaiknya bersiap-siap menerima kehadiran Android. Sudah sejak lama keberadaan ponsel Android diprediksi akan menggeser posisi BlackBerry dan iPhone, termasuk bagi pasar Indonesia.

Para pemakai ponsel berbasis teknologi tingkat tinggi sebaiknya menengok Android yang menggunakan HTC Magic, sistem open source (OS) dari Google dan Open Handset Alliance yang sudah lama dinantikan. HTC Magic sendiri sudah hadir di Indonesia sejak pertengahan tahun lalu dengan memilih Telkomsel sebagai pemasarnya. Ketika Android diperkenalkan oleh Google pada 2007, banyak pemakai ponsel cerdas yang “penasaran” pada produk ini.

Setelah ditunggu-tunggu, High Tech Computer (HTC) kemudian menjadi vendor pertama yang melahirkan ponsel Android dengan nama Dream. Produk itu diperkenalkan kepada publik di Amerika Serikat (AS) dan Inggris pada Oktober 2008 dengan nama T-Mobile G1, seperti nama operator yang memasarkannya. Sambutan masyarakat di kedua negara tersebut ternyata sangat baik sehingga wilayah pemasarannya diperluas. Pada 21 Februari 2009, melalui operator SingTel, HTC Dream masuk ke pasar Asia. Negara pertama yang disasar adalah Singapura. Sambutan masyarakat pun sama baiknya dengan di AS dan Inggris.
Tidak lama kemudian, pasar diperluas hingga Taiwan, daratan Eropa, Amerika, Asia, dan kini Indonesia. Dengan masuknya HTC ke pasar, berarti persaingan di pasar sistem operasi ponsel cerdas semakin ketat. Sebelumnya, sudah ada beberapa pemain di ladang yang sama, seperti Symbian, Windows Mobile, BlackBerry, Apple OS, dan Palm OS. China sebagai negara besar di Asia tidak melewatkan peluang ini. Salah satu vendornya, Huawei, telah memperkenalkan ponsel Android pertamanya pada tahun lalu dengan nama Huawei U8230.
Huawei U8230 memiliki layar sentuh selebar 3,5 inci dengan keyboard QWERTY virtual. Ponsel itu sudah mengandung browser Google Chrome yang mendukung Google Map, Google Search, dan Google Talk. Android di Indonesia Kesuksesan ponsel Android di dunia ternyata membuat LG Electronics Indonesia berencana memasok beberapa jenis pada 2010 ini.
“Kita melihat Android semakin populer namanya di dunia. Tentunya kita ingin memasok ponsel dengan OS tersebut di Tanah Air,” jelas Richard Susilo, Product Marketing LG Indonesia, beberapa waktu lalu. Sesuai dengan tren yang ada saat ini, salah satu handset dari LG tersebut menggunakan papan ketik QWERTY dengan teknologi layar sentuh. Harganya sekitar 3 juta rupiah. Menurut Richard, ponsel-ponsel Android itu akan diluncurkan ke pasar pada kuartal pertama 2010. Memenuhi janjinya beberapa waktu lalu tersebut, pada kuartal pertama ini, LG mengeluarkan 20 jenis ponsel dengan OS Android, Windows Mobile, dan Linux. Namun, LG menekankan bahwa ponsel berbasis Android akan lebih mendominasi.
Tidak kurang dari setengah jumlah ponsel yang akan digelontorkan LG akan menggunakan OS besutan Google. “Kami akan melanjutkan untuk membuat terobosan di 2010 untuk menguatkan eksistensi kami dan menjadi salah satu vendor perangkat mobile papan atas di 2012,” kata Presiden dan CEO LG Electronics Mobile Communication Company Skott Ahn. Sebelumnya, ponsel cerdas berbasis open source buatan Google sudah dilirik vendor lokal.
PT Konten Indomedia Pratama (IMO) menjadi perusahaan lokal pertama yang menyediakan ponsel cerdas Android dengan merek IMO S900. Sebagai pendatang baru di pasar ponsel cerdas, IMO mematok harga miring untuk menarik minat calon konsumen. Menjelang akhir 2009, IMO S900 dibanderol dengan harga yang relatif murah dibandingkan ponsel cerdas lain di pasaran. “Kami menjualnya dengan harga 2.250.000 rupiah,” kata Sarwo Wargono, Presiden Direktur PT Konten Indomedia Pratama, distributor utama IMO saat itu. IMO S900 dihadirkan dengan warna hitam berlayar sentuh 2,8 inci.
Sistem komputasinya didukung prosesor Samsung S3C2448 dengan clock speed 400 MHz, memori 128 ROM, memori 128 RAM, serta mendukung memori eksternal microSD hingga 2 GB. Fitur lainnya antara lain kamera QVGA 2 megapiksel CMOS, WiFi, dan Bluetooth. Baterainya menggunakan Li-Ion 1200 mAh dengan daya tahan waktu siaga 300 jam dan waktu bicara hingga empat jam. Sementara itu, Sony Ericsson memberi nama ponsel cerdasnya Xperia X10. Jenis itu dinilai paling canggih karena dilengkapi koneksi Internet seluler berkecepatan tinggi 3G, Internet seluler Wi-Fi, dan navigasi satelit GPS seperti ponsel cerdas Android yang lain. Selain itu, Xperia X10 dilengkapi layar sentuh 4,0 inci dan kamera digital beresolusi 8,1 megapiksel. Menurut rencana, ponsel cerdas itu akan dilucurkan dalam waktu dekat.
Dengan demikian, ponsel cerdas Android yang paling canggih dan sudah beredar di pasar pada saat ini adalah Droid dari Motorola. Sony Ericsson pertama kali memasarkan keluarga Xperia pada Oktober 2008, yaitu ponsel cerdas Xperia X1. Jenis itu dilengkapi sistem operasi Windows Mobile 6.1, layar sentuh 3,0 inci, dan kamera digital beresolusi 3,2 megapiksel. Sayangnya, ponsel cerdas itu tidak sukses di pasaran karena teknologi yang digunakan terbilang usang dan pengoperasiannya pun rumit. _

TEKNOLOGI ANDROID

Android merupakan platform perangkat lunak untuk perangkat mobile yang didukung oleh Google OS, yang pada awalnya dikembangkan oleh Google setelah itu diselesaikan oleh Handset Alliance. Android merupakan sebuah system operasi terbuka yang diperuntukan untuk perangkat bergerak (Mobile device). ada Juli 2005 android telah diakuisisi oleh google dan pada 5 November 2007 barulah secara resmi Android di rilis oleh Google. Dalam pengembangan aplikasi android menyediakan Android SDK yang menyediakan tools dan API untuk para pengembang aplikasi dengan flatform android. Android menggunakan java sebagai bahasa pemogramannya, jadi bagi anda yang sudah lama bermain dengan java tidak ada salahnya untuk mencoba Android.
PERKEMBANGAN
Pada bulan Juli 2005, Google mengakuisisi Android, Inc, kecil startup perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Androiddari co-pendiri yang pergi untuk bekerja di Google termasuk Andy Rubin (co-pendiri Danger), Kaya Miner (co-pendiri Wildfire Communications, Inc), Nick Sears (sekali VP di T-Mobile), dan Chris White (kepala desain antarmuka dan pembangunan di Webtv). Pada saat itu, sedikit yang diketahui tentang fungsi Android, Inc selain mereka yang membuat perangkat lunak untuk ponsel. Hal ini dimulai rumors bahwa Google telah berencana untuk memasukkan ponsel pasar, walaupun ianya tidak jelas apa fungsi mungkin melakukan di pasar.  Di Google, tim yang dipimpin oleh Rubin, dikembangkan perangkat mobile platform yang didukung oleh Google OS yang dipasarkan ke handset keputusan dan operator pada premis pemberian yang fleksibel, upgradeable sistem.
Android telah mengalami pembaharuan sejak peluncuran awalnya.
  1. Cupcake
    30 April 2009 secara resmi diluncurkan Cupcake dengan beberapa fitur baru:
    • Kemampuan merekam dan memutar video di modus camcorder
    • Upload video ke Youtube dan foto ke Picasa langsung dari ponsel
    • Tombol soft keyboard dengan fitur “autocomplete”
    • Kemampuan koneksi langsung ke headset bluetooth
    • Widget dan folder baru
    • Animasi
    • Kemampuan copy-paste diperbaiki
  1. Doughnut
    15 September 2009, Donat (Donut) diluncurkan:
    • Android Market diperbaharui
    • Antarmuka kamera, camcorder, dan galeri terintegrasi
    • Penghapusan foto di galeri bisa dilakukan secara multiple (banyak file)
    • Voice Search diperbaharui dengan respon lebih cepat dan integrasi lebih baik dengan kemampuan panggilan kontak
    • Fitur pencarian diperbaiki untuk bookmark, history, kontak, dan web langsung dari tampilan siaga
    • Pembaharuan dukungan teknologi CDMA/EVDO, 802.1x VPN, Gesture, dan text-to-speech
    • Kecepatan diperbaiki di bagian pencarian
  1. Eclair
    26 Oktober 2009
      • Kecepatan hardware diperbaiki
      • Aplikasi baru “Car Home”
      • Dukungan resolusi dan ukuran layar dikembangkan
      • Antarmuka browser yang baru
      • Daftar kontak baru
      • Rasio hitam-putih untuk background lebih baik
      • Google Maps 3.1.2
      • Dukungan Microsoft Exchange
      • Dukungan lampu flash untuk kamera
      • Digital zoom
      • Virtual keyboard diperbaiki
      • Bluetooth 2.1

Perangkat pertama yang berjalan dengan sistem operasi Android dan dipasarkan secara luas adalah HTC Dream yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Hingga akhir tahun 2009 dipastikan akan beredar sekitar 18 ponsel menggunakan Android.
sumber : http://uswahtech.uswah.net/berita-197-mengenal-teknologi-android.html